Gunakan gerakan sebagai lapisan perencanaan
Gerakan retoris adalah tindakan komunikasi seperti mendefinisikan masalah, memosisikan karya terdahulu, melaporkan prosedur, menafsirkan temuan, atau membatasi simpulan. Gerakan lebih besar dari kata transisi dan lebih kecil dari satu bagian penuh. Beberapa kalimat dapat merealisasikan satu gerakan, sedangkan satu kalimat dapat menghubungkan dua gerakan bila relasinya tetap jelas.
Label gerakan membantu mendiagnosis draf. Tinjauan pustaka yang hanya mendaftar studi tanpa membandingkannya kekurangan sintesis. Pendahuluan yang menyatakan kepentingan tanpa menentukan persoalan yang belum terselesaikan tidak memiliki kesenjangan yang dapat dipertahankan. Diskusi yang mengulang hasil tanpa menjelaskan kaitannya dengan pertanyaan tidak memiliki interpretasi.
Bangun urutan yang mendasari klaim
Tentukan topik, populasi, atau masalah pada cakupan yang dapat didukung tulisan.
Kelompokkan bukti berdasarkan konsep, metode, hasil, atau pertentangan, bukan sitasi saja.
Nyatakan hal yang belum diketahui, tidak konsisten, belum diuji, atau belum terbatasi.
Hubungkan tujuan dan desain riset dengan persoalan yang telah ditetapkan.
Jelaskan apa yang didukung temuan dan apa yang masih tidak pasti karena desain atau bukti.
Uji sambungan antar-gerakan
Banyak masalah koherensi terjadi pada batas. Bukti yang ditinjau mungkin tidak membenarkan kesenjangan. Tujuan mungkin tidak menjawab kesenjangan. Hasil mungkin tidak mendukung interpretasi. Simpulan mungkin memperluas populasi, outcome, atau daya kausal. Baca kalimat terakhir satu gerakan bersama kalimat pertama gerakan berikutnya, lalu nyatakan hubungan logisnya secara lugas.
Jangan memaksa semua tulisan masuk ke satu template. Konvensi disiplin, desain studi, dan genre membentuk gerakan yang diharapkan serta tingkat keterlihatannya. Gunakan Penjelajah Frasa setelah menentukan gerakan dan batas buktinya.