Berikan kerangka referensi yang lengkap

Hasil memerlukan outcome, kelompok atau kondisi pembanding, arah, magnitudo, satuan, dan ketidakpastian. Nyatakan populasi analisis serta waktu bila belum jelas. Gunakan tabel untuk estimasi padat, tetapi teks perlu mengidentifikasi temuan yang menjawab pertanyaan riset.

Jangan mengganti estimasi dengan label signifikansi. Nilai p kecil tidak menunjukkan kepentingan praktis, sedangkan nilai p besar tidak membuktikan ketiadaan efek. Laporkan interval dan nilai yang masih sesuai dengan data.

Pola untuk pelaporan tepat

Outcome Y was [estimate and unit] higher in [group A] than in [group B] ([interval]), with [relevant adjustment or analysis population].

The estimate was imprecise ([interval]), leaving both [scientifically relevant possibility A] and [possibility B] compatible with the data.

Pola pertama membutuhkan perbandingan dan arah yang benar. Pola kedua menjelaskan ketidakpastian tanpa mengubah hasil yang tidak meyakinkan menjadi bukti ketiadaan.

Jaga batas desain

Hasil observasional umumnya menggunakan associated with, differed, atau was related to, bukan caused, improved, atau prevented. Baca Asosiasi vs Kausalitas. Verifikasi angka, satuan, rujukan tabel, label subkelompok, dan tanda terhadap keluaran final.