Tentukan kerangka analitik tinjauan
Tinjauan pustaka menjelaskan keadaan pengetahuan yang relevan dengan keputusan riset. Pilih kerangka sebelum menulis: teori yang bersaing, kelompok metode, populasi, konteks, outcome, waktu, atau pola kesepakatan dan pertentangan. Kerangka harus membantu pembaca memahami alasan studi dapat atau tidak dapat dibandingkan.
Buat tabel bukti berisi desain, sampel, ukuran, estimasi, keterbatasan, dan relevansi. Langkah ini mencegah sintesis yang rapi mencampur hasil dari pertanyaan berbeda.
Tulis relasi antar-studi
Across [group of studies], estimates consistently indicate [shared pattern], although [design or population difference] limits direct comparison.
Whereas [study group A] reports [finding], studies using [method B] find [contrasting finding], suggesting that [bounded source of variation] warrants examination.
Studi yang disitasi harus mendukung relasi dalam across, consistently, whereas, atau contrasting. Gunakan hedging akademik untuk bukti yang bercampur atau tidak langsung.
Bergerak dari sintesis ke masalah riset
Akhiri unit tematik dengan hal yang telah ditetapkan dan yang masih tidak pasti. Kesenjangan harus mengikuti bukti yang ditinjau. Hubungkan keterbatasan dengan tujuan studi hanya bila desain dapat menanganinya.
Temukan pola sintesis di Penjelajah Frasa. Pertahankan setiap sitasi pada proposisi yang didukungnya.